Lampung
https://lampungprov.go.id/homePemeriksaan Teknis Tambahan
Rangkuman Evaluasi
1. User Interface & User Experience (UI/UX)
Lampungprov.go.id memakai alur dua tahap. Halaman gerbang (landing portal) menampilkan pintasan utama seperti Layanan Publik, Open Data, Tata Kelola Pemerintahan, PPID, hingga CSIRT, lalu pengunjung diarahkan ke portal utama lewat tombol “Pergi ke Web Utama”. Pendekatan ini memudahkan pengunjung memilih tujuan sejak awal, tetapi menambah satu langkah klik. Di portal utama, berita tampil aktual (terbitan terbaru bertanggal 17β19 September 2026 dengan penanda jumlah pembaca), tersedia pilihan bahasa IndonesiaβInggris, dan nomor Call Center mudah ditemukan. Kelemahannya, meta viewport pada halaman gerbang menonaktifkan pembesaran layar (zoom), sehingga mengurangi kenyamanan bagi pengguna dengan kebutuhan aksesibilitas.
2. Organisasi Konten
Strategi kontennya menempatkan keterbukaan informasi sebagai pilar utama. Menu portal mencakup Profil Pemerintahan (termasuk LHKPN), Kanal Regulasi berbasis JDIH, Kanal Pengaduan (Call Center dan SPAN Lapor), serta Keterbukaan Informasi yang rinci: APBD, RKA/DPA, laporan keuangan, RPJMD/RKPD, pengadaan (LPSE), dan SOP PPID. Layanan lain terhubung lewat subdomain khusus seperti Open Data, PPID, CSIRT, Pariwisata, dan Investasi (FOILA), lengkap dengan lencana PSE Komdigi. Di sisi lain, menu bertingkatnya sangat panjang sehingga menyulitkan penelusuran. Sebagian konten lawas juga masih bertahan, misalnya laporan harian Satgas Covid-19 September 2020 dan kalender kerja 2021. Pada widget harga pasar, beberapa komoditas tercatat Rp 0 dan nilainya tampak seragam di seluruh pasar yang ditampilkan, sehingga perlu dicek keakuratannya.
3. Aspek Teknis (Performance & Accessibility)
Portal utama memuat data harga 29 pasar dengan sekitar 60 komoditas per pasar (kurang lebih 1.700 baris) langsung di HTML awal, ditambah menu navigasi berlapis yang panjang. Struktur DOM sebesar ini berpotensi memperbesar ukuran dokumen dan waktu render, terutama di perangkat seluler kelas menengah ke bawah. Data per pasar akan lebih ringan bila dimuat saat dipilih (lazy load). Dasar SEO sudah terpenuhi (judul, meta description, keywords, dan tag Open Graph), tetapi gambar Open Graph hanya berukuran 100Γ100 piksel sehingga pratinjau saat dibagikan akan kecil. Untuk aksesibilitas, beberapa tautan pada halaman gerbang hanya berisi gambar tanpa teks alternatif (dan mengarah ke “#”), sehingga tidak terbaca jelas oleh pembaca layar. Menghapus user-scalable=no dan maximum-scale=1 dari meta viewport juga akan memperbaiki sisi ini.