TNI AD
https://tniad.mil.id/Riwayat Skor
3 pengujian tercatat · terakhir diuji 20 September 2026
Garis putus-putus menandai batas skor 80 (baik) dan 50 (perlu perbaikan).
| Tanggal | Skor | Perubahan | Speed | SEO | Aman | UX |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 90 | ▲ +1 | 69 | 100 | 100 | 91 | |
| 89 | ▼ −4 | 65 | 100 | 100 | 91 | |
| 93 | — | 82 | 100 | 100 | 91 |
Pemeriksaan Teknis Tambahan
Rangkuman Evaluasi
1. User Interface & User Experience (UI/UX)
Antarmuka Tniad.mil.id menampilkan gaya visual khas portal kehumasan dan publikasi militer yang tegas, didominasi warna hijau khas Angkatan Darat. Tata letaknya mengutamakan penyampaian informasi terkini melalui slider berita utama dan feed dokumentasi kegiatan di halaman depan. Penataan elemen grafisnya dirancang cukup padat dengan fokus pada dinamika satuan di lapangan dan kebijakan pimpinan. Meskipun memberikan kesan informatif dan aktif, tingginya kerapatan blok berita di halaman depan membutuhkan penataan ruang antar-elemen (spacing) yang konsisten agar pengunjung dapat menavigasi kategori berita tanpa merasa kewalahan oleh beban kognitif (cognitive load).
2. Organisasi Konten
Dari aspek arsitektur konten, situs ini berfungsi efektif sebagai media publikasi resmi dan hub informasi terpusat bagi TNI Angkatan Darat. Taksonomi naviagasinya tersusun sistematis mencakup profil organisasi, pimpinan, sejarah, hingga publikasi berita yang terbagi per kategori (seperti operasi, latihan, dan teritorial). Integrasi ke portal keterbukaan informasi publik (PPID TNI AD), informasi rekrutmen penerimaan prajurit, serta majalah/buletin digital menunjukkan pengorganisasian konten yang matang dalam mendukung transparansi publik sekaligus memfasilitasi kebutuhan masyarakat akan informasi resmi AD.
3. Aspek Teknis (Performance & Accessibility)
Sebagai situs portal institusi pertahanan negara yang kerap memublikasikan dokumentasi foto dan video beresolusi tinggi, optimasi performa menjadi aspek krusial. Pemuatan berkas media pada feed berita utama memerlukan kompresi gambar yang ketat serta penanganan render-blocking resources agar waktu muat halaman (load time) tetap responsif saat diakses dari jaringan seluler. Selain itu, sebagai domain militer dengan tingkat visibilitas tinggi, aspek ketahanan sistem—seperti penerapan security headers tingkat tinggi, proteksi terhadap serangan DDoS, serta pemeliharaan enkripsi SSL—merupakan standar teknis utama yang harus terus dijaga keandalannya.