TNI AU
https://tni-au.mil.idRiwayat Skor
2 pengujian tercatat · terakhir diuji 21 September 2026
Garis putus-putus menandai batas skor 80 (baik) dan 50 (perlu perbaikan).
| Tanggal | Skor | Perubahan | Speed | SEO | Aman | UX |
|---|---|---|---|---|---|---|
| 25 | οΌ Tetap | β | β | 100 | β | |
| 25 | β | β | β | 100 | β |
Pemeriksaan Teknis Tambahan
Rangkuman Evaluasi
1. User Interface & User Experience (UI/UX)
-
Dominasi Beban Visual & Kebisingan Tata Letak (Visual Noise): Antarmuka situs menggunakan struktur grid portal berita yang sangat padat. Halaman depan dipenuhi rotator slider berita utama, tayangan video, serta berbagai blok cuplikan berita harian dari jajaran Lanud (Pangkalan Udara) seluruh Indonesia. Tingginya kerapatan elemen gambar dan teks di beranda menciptakan beban kognitif (cognitive load) berlebih, sehingga menyulitkan pengunjung awam yang mencari layanan/informasi spesifik dalam hitungan detik.
-
Aksesibilitas & Interaktivitas Mobile: Navigasi utama pada tampilan desktop mengandalkan hirarki drop-down menu yang cukup panjang. Pada tampilan seluler (mobile view), penataan tombol menu kurang responsif dan memiliki area sentuh (touch target) yang relatif kecil, sehingga memicu potensi salah klik (misclick) saat pengguna mencoba mengakses submenu organisasi atau pendaftaran.
2. Organisasi Konten
-
Arsitektur Berbasis Kehumasan (PR-Centric): Manajemen konten situs ini terfokus masif pada rilis berita kegiatan internal, liputan dinas pimpinan, dan kegiatan seremonial satuan di lapangan. Meskipun taksonomi berita dikelompokkan berdasarkan kategori dan wilayah Lanud, pemisahan antara portal publik/layanan masyarakat (seperti info rekrutmen, portal PPID, pengaduan, dan regulasi) dengan publikasi berita kedinasan belum terisolasi dengan rapi pada dashboard yang terpisah.
-
Dependensi Subdomain & Konsistensi Informasi: Keterhubungan konten situs utama dengan puluhan subdomain instansi jajaran (seperti situs-situs Lanud daerah, Kodiklatau, atau Kopasgat) menimbulkan risiko fragmentasi informasi. Perbedaan standar antarmuka di tingkat subdomain serta risiko tautan rusak (broken link) pada rujukan berita lama menjadi tantangan tata kelola konten secara berkelanjutan.